Loteng, Rumahalir.or.id – Bau nyale yang rutin dilakukan masyarakat Loteng setiap tahun, memiliki hubungan erat dengan legenda putri Mandalika yang menceburkan diri ke laut. Masyarakat Suku sasak, khususnya warga Loteng sangat percaya kalau nyale (cacing palolo) merupakan jelman putri Mandalika.
PADA Zaman dahulu kala, berdiri sebelah kerajaan bernama Tojang Baru. Sejauh ini, belum ada referensi pasti lokasi persis kerajaan yang dipimpin Raja Tonjang Beru. Termasuk tidak diketahui secara pasti tahun berdirinya. Dari penuturan berbagai tokoh di Loteng, kerajaan Tojang Beru terletak di Kecamatan Pujut. Kerajaan Tojang Beru memiliki seorang putri yang berparas ayu. Raja dan permaisuri yang memimpin kerajaan Tojang Beru hanya memiliki anak perempuan tunggal, Namanya Putri Mandalika. Kerajaan Tojang Beru memiliki wilayah kerajaan yang cukup luas, masyarakat yang hidup di bawah naungan kerajaan ini, hidup makmur dan bahagia. Maklum Raja Tojang Beru merupakan sosok raja yang arif dan bijaksana. Kearifan sang raja membuat raja dan keturunannya sangat disegani masyarakat maupun kerajaan lain waktu itu. Seiring berjalannya waktu, Putri Mandalika tumbuh dewasa. Putri Mandalika memiliki peras ayu. kecantikan tersohor. Hal itu yang memiliki pangeran dari berbagai kerajaan. Ada beberapa hal yang membuat pangeran kerajaan lain kepicut oleh Putri Mandalika. Pertama karena Putri Mandalika memiliki para ayu dan budi pekerti yang baik. Selain itu, Putri Mandalika merupakan pewaris utama kerajaan tojang Beru. Kecantikan Putri Mandalika membuat sejumlah pangeran kerajaan lain memberanikan diri menyampaikan ketertarikannya untuk memiliki sang putri. Dari sekian pangeran yang melamar, tidak satu pun pangeran yang ditolak maupun diterima. Kesemua pangeran yang melamarnya, Putri Mandalika meminta supaya dirinya diberikan kesempatan untuk berpikir supaya pilihannya tidak salah.(BERSAMBUNG )











Terima kasih kawan berita bersambung Bau Nyalenya. karena fotonya terlalu kecil sy ganti foto dari detik supaya enak dilihat.tx
Tex’s