Oleh : Hamdi
Berangkat dari pengalaman penerimaan CPNS melalui jalur umum yang diadakan di kabupaten-kabupaten di wilayah NTBnmenyisakan banyak sekali duka cita dan kesenangan bagi para pengikut pembukaan CPNS ini, bagaimana tidak penerimaan CPNS jalur umum banyak menimbulkan problem yang sangat merugikan para peserta bahkan ada juga yang menyenangkan para peserta.
Bagi peserta yang lulus dalam CPNS ini merasa senang karena menjadi pegawai negeri adalah minat dan impian bagi hampir 80% penduduk NTB namun dibalik kesenagan bagi yang lulus CPNS menyisakan duka yang mendalam bagi peserta yang tidak lulus, terlebih mereka tidak lulus dianggap dengan cara yang tidak feer.
Buktinya setelah pengumuman lulus CPNS banyak masalah yang muncul dengan kelulusaan tersebut baik dari cara penerimaan sampai dengan sistem yang dilaksanakan pada saat penerimaan CPNS. Istilah yang paling santer terdengar dari hasil kelulusan CPNS tahun 2010 di wilayah KLU adalah “berlakunya pasal 80 sementara menggunakan pasal 60 sulit untuk masuk menjadi CPNS”.
Ini maksudnya untuk lulus sebagai CPNS harus mengeluarkan uang minimal 80 juta rupiah, seandainya kita hanya mempunyai 60 juta rupiah masih dipertimbangkan untuk masuk menjadi CPNS oleh Oknum yang berwenang. Pada penerimaan CPNS banyak Oknum pemerintah yang berkeliaran mencari nasabah untuk masuk dalam kategori pasal 80 ini.
Jika hal demikian tetap terjadi maka peluang bagi masyarakat KLU untuk menjadi CPNS menjadi bayangan atau impian semu, ini sempat terjadi pada penerimaan CPNS yang lalu warga KLU hanya sebagaian yang lulus sementara kebanyakan dari luar daerah yang berani menggelontorkan dananya unutk masuk menjadi CPNS. seperti yang kita ketahui bersama bahwa masyarakat KLU tergolong miskin, dariman adana mereka mendapatkan uang untuk memberikan sogokan secara kasarnya kepada oknum yang mempunyai andil besar dalam penerimaan CPNS.
Berangkat dari pengalaman yang telah terjadi tahun yang lalu kami mengajak para peserta yang masuk mengikuti tes CPNS yang diselenggarakan untuk bersih dari unsur calo oknum dan main sogok yang hanya mengenyangkan perut oknum-oknum yang berwenang.










