stickyimage

Felici is packed with a cool notification manager, alert your visitors the smart way.

Learn More Close
http://rumahalir.or.id/wp-content/uploads/2012/05/Banner-Sukma-1-300x38.jpghttp://rumahalir.or.id/wp-content/uploads/2012/05/Heading-web5b-300x75.pnghttp://rumahalir.or.id/wp-content/uploads/2012/05/Banner-Sukma-3-300x38.jpghttp://rumahalir.or.id/wp-content/uploads/2012/05/Banner-Sukma-4-300x38.jpghttp://rumahalir.or.id/wp-content/uploads/2012/05/Banner-Sukma-5-300x38.jpg

Kebijakan Kampus UGR, Risaukan Mahasiswa

Tampah dari halaman depan kampus UGR Lotim

Lombok Timur, RumahAlir.or.id – Kebijakan kampus Universitas Gunung Rinjani (UGR) Kabupaten Lombok Timur yang harus melunasi biaya semester ganjil cukup merisaukan pihak mahasiswa/wi.

Panitia penyelenggara semester ganjil membuat peraturan tegas dan tanpa ada toleran terhadap mahasiswa yang menunggak pembayaran administrasi.

Salah seorang pengawas semester V, Fakultas Hukum UGR, menegaskan, bagi mahasiswa yang belum melunasi biaya semerter ganj, tidak akan diberikan nilai, hingga lunas semua biaya adminsitrasi.

Puluhan mahasiswa yang lolos dan yang dapat mengkuti semester mengaku prihatin atas kebijakan yang diambil pihak penyelenggara, karena mengingat banyak teman-temannya yang tidak dapat ikut semester ganjil.

“Kebijakan pihak kampus UGR terkesan memaksa, padahal tujuan mendirikan lembaga pendidikan ini untuk membantu mahasiswa miskin ataupun orang kaya, baik dari kalangan pengusaha, petani maupun buruh”, ungkap Mernin menyesalkan.

Eros, salah seorang mahasiswa UGR mengaku, setiap kali semester harus menyediakan biaya sebesar Rp. 600 ribu ditambah dengan uang SKS sebesar Rp. 300 ribu. “Jadi setiap kali semester, mahasiswa harus menyediakan dana sekitar Rp. 900 ribu”, jelasnya.

Kebijakan pihak kampus UGR selain merisaukan mahasiswa, juga mendapat kritikan dari salah seoerang pemerhati pendidikan Lombok Timur, Zulkarnaen. Pendidikan di Lombok Timur sudah berkembang cukup pesat,mulai dari motivasi individu dan kelompok mahasiswa untuk melanjutkan cita-cita pembangunan bangsa.

”Hal-hal semacam ini perlu kita bangkitkan terus menerus,baik dikalangan masyarakat, pemerintah maupun pihak kampus. Jangan kemudian kita menyurutkan semangat generasi kita dengan memaksa harus membayarlunas, karena mengingat tidak semua mahasiswa yang mampu membayar sekaligus”, tegas Zulkarnaen.

126 days ago by in MASYARAKAT SIPIL & GOVERNANCE , Ninanta FM. You can follow any responses to this entry through the | RSS feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
About

Seniman jalanan dan Pembunuh kesepian. Nimbrung Di Rumah Alir untuk mempercantik Wajah SUKMA.( AelopiyuSukma)contac 081907813270, hajadgunaroasmadi@rocketmail.com. Eross Bismillah

Leave A Response

Required