Oleh Eros Bismillah
Tok tak,,,tok tak,,,,,,tak,,tak, bukan gendang bukan klenang instrumen musik yang asyik untuk kita dengar, namun suara tindihan paku bambu bekas yang di jadikan bahan rehap dinding ruangan tempat mengenyam pendidikan.
Selaparang 15 november 2011, Di sebuah dusun terpencil, Batu Tinja Desa Selaparang Kecamatan Suela Lombok Timur berdiri sebuah gedung sekolah yang bahan dindingnya dari bambu bedek bekas, kemudian bangku dan fasilitas lainya mengingatkan kita sebuah filem laskar pelangi.
suara yang agak aneh di sebuah ruangan yang penuh dengan bambu bekas ternyata gerak gerik dari beberapa guru yang aktivitasnya 12 jam penuh di sekolah yayasan tersebut . Meski gedung sekolah tidak mewah guru-guru belajar ramah kepada anak didiknya.
Dari sela istirahat seorang perintis yayasan kamipun menanyakan tentang peran pemerintah desa untuk di prioritaskan usulan pembangunan gedung dalam program PNPM Desa Selaparang Kecamatan Suela, selama ini tidak ada dukungan apapun (ungkapan dari seorang guru dengan jelas dan simple)
Yayasan yang di bangun bersama masyarakat ini sering tidak pedulikan pihak pemerintah Desa dan Kepala Dusun, meskipun sekolah ini tidak di pedulikan pemerintah kami akan berusaha sekuat mungkin untuk membangunya., ujar pendiri yayasan (Ibu Sri).










