Visioning Warga Kepulauan Sunda Kecil-Maluku (SUKMA), Mengusung Perubahan
Mataram – Dengan mengusung agenda besar, “Enhancing the Capability of Citizen Region of Lesser Sunda Islands through Integrated & Sustainable Landscape & Community Development Project”, diadakan Visioning Dan Team Building Program Santiri Foundation bersama mitra Jaringan SUKMA selama dua hari, yaitu dari tanggal 21 s.d 22 September 2011, bertempat di Lesehan Dinni Gerimax Narmada. Kegiatan ini diikuti oleh 22 peserta yang berasal berbagai pihak termasuk pemerintah yang kemudian tergabung dalam Tim Kerja SUKMA. Kegiatan ini dilatar belakangi oleh keinginan supaya dalam setiap program kegiatan yang dilaksanakan agar visi dan tujuan yang dikembangkan dapat difahami oleh seluruh anggota tim kerja yang menjalani program.
Karena, dengan pemahaman yang baik akan visi dan tujuan pada program yang akan dilaksanakan – diharapkan dapat membuat tim kerja menjadi kompak. Diharapkan tim kerja dapat terbangun dengan baik sejak awal pelaksanaan program dan menjadi kuat secara individu dan tim – sampai dengan berahirnya program dilaksanakan. Tujuan dari Program ini sendiri adalah Meningkatnya Keberdayaan Warga, utamanya masyarakat miskin, dan Keberdayaan Daerah Kepulauan Sunda Kecil-Maluku dalam Mengakses dan Mengelola Sumberdaya Alam, khususnya Hutan dan kelautan/pesisir yang lebih berkelanjutan sehingga Pada tahun 2015, terbangun kolaborasi sinergik antara koalisi masyarakat sipil dan Forum pemerintah Daerah SUKMA yang memiliki posisi tawar yang kuat dan berkemampuan untuk mengelola SDA dan melakukan advokasi kepemerintah nasional. Wilayah – wilayah yang masuk lokasi program SUKMA meliputi Kawasan: (Jambianom – KLU, Kawasan Batu Kliang Utara – Loteng, Timor (Mutis), Manggarai, Sabu, Sumba Timur), Pulau:(Maluku, Maluku Utara, Flores, Timor, Sumba, Lombok, Bali dan Sumbawa), Regional: Nusa Tenggara. Struktur wilayahnya juga bertingkat misalnya kawasan, pulau dan regional.
Di hari pertama kegiatan, masing-masing koordinator menyampaikan hasil survey atau assesment awal terkait kondisi kekinian kawasan terutama kondisi pengelolaan pengetahuan, kelembagaan, sosial ekonomi komunitas dan terkait isu SDA, yang dilanjutkan dengan diskusi masukan dan sharing pengalaman dari peserta lain yang memungkinkan terjadinya integrasi, sinergitas dan kolaborasi anatr para pelaku pembangunan di SUKMA. Sedangkan di hari kedua, kegiatan lebih difokuskan pada penyampaian atau review rencana kerja individu/kelompok baik serta diskusi untuk melengkapi rencana kerja yang sudah disusun. Untuk Knowledge Management, kegiatan ke depan lebih difokuskan pada pengelolaan pengetahuan berbasis IT dengan memanfaatkan media Mailist, Web, serta SMS Gateway. Kegiatan hari kedua sempat diisi dengan simulasi sms gateway yang merupakan bagian dari rencana kerja tata kelola pengetahuan, dengan melibatkan semua peserta yang hadir dalam kegiatan visioning dan tim building. Sedangkan di Kelembagaan dan Kebijakan, akan memulai dengan melakukan perbaikan assesment awal dan konsolidasi, serta melakukan pengawalan dan mengkritisi Draft Perda RT/RW Loteng sebelum diketok. Di Bidang Model kawasan Pesisir, akan coba dimulai dengan melakukan Mubes serta pengawalan Draft RT/RW KLU. Sedangkan di Model Kawasan Hutan akan dimulai dengan penyempurnaan data awal, serta melakukan reflikasi penyusunan draft Perdes yang akan dimulai dengan review-review panjang dengan melihat benturan dengan aturan-aturan yang ada (perda dan aturan lokal seperti awiq-awiq). (Ismail/Santiri).









