stickyimage

Felici is packed with a cool notification manager, alert your visitors the smart way.

Learn More Close
http://rumahalir.or.id/wp-content/uploads/2012/05/Banner-Sukma-1-300x38.jpghttp://rumahalir.or.id/wp-content/uploads/2012/05/Heading-web5b-300x75.pnghttp://rumahalir.or.id/wp-content/uploads/2012/05/Banner-Sukma-3-300x38.jpghttp://rumahalir.or.id/wp-content/uploads/2012/05/Banner-Sukma-4-300x38.jpghttp://rumahalir.or.id/wp-content/uploads/2012/05/Banner-Sukma-5-300x38.jpg

SUKMA – SUnda Kecil dan Maluku

Sunda Kecil dan Maluku adalah satu kesatuan/gugusan ekosistem yang terdiri lebih kurang dari 5.037 pulau dan berpenduduk 13.963.958 jiwa. Walaupun tidak sama persis, dapat dikatakan memiliki karakteristik yang khas dan dapat dianggap mewakili daerah kepulauan lainnya.

Keterbatasan SDA dan kerentanan bencana tidak sertamerta meniadakan kekayaan keragaman dan keunikan hayati; kebudayaan (keragaman, keunikan dan kesalinglengkapan); nilai penting & strategik dari perspektif pertahanan dan kemanan (pulau terdepan & perbatasan); dan daya lenting dan daya produktiv warganya. Sistem pembangunan Indonesia yang serba bias, utamanya bias kontinen telah mengabaikan  semua ini.
Dikaitkan dengan perubahan iklim (pengaturan, kesigapan dan adaptasi serta mitigasi) selain bisa dilihat dalam konteks sebagaimana yang telah disebutkan di atas, arti penting dan strategis SUKMA, juga mesti berketerkaitan  dengan keterbatasan dan kerentanan SDA, tata kelola dan kebijakan serta agenda perubahan yang dirancang (konferensi).
Sedangkan terkait dengan REDD, akibat adanya bias kontinen, Sukma sesungguhnya masih belum dijadikan prioritas, meskipun ada dua lokus yang saat ini dipastikan menjadi proyek model REDD+, yakni di Lombok dan di Maluku. Dalam hal ini(menyikapi perubahan iklim dan bias) kegiatan kunci agar terjadi perubahan yang lebih mendasar, diarahkan pada: Desentralisasi  kewenangan pengelolaan wilayah & layanan publik; Penguatan Daya lenting dan daya pulih produktivitas  warga; Pengembangan dan Penguatan Kelembagaan; dan Intervensi kebijakan. Untuk mendukung itu semua, diperlukan adanya Tatakelola Pengetahuan yang secara umum menghimpun-kaji-sebar berbagai data (persoalan, gagasan, kerja-kerja dan hasil), pengetahuan dan informasi lainnya terkait dengan kepulauan (socio-ekologik-ekonomik) dan perubahan iklim secara umum dan lebih khusus mengenai hal-hal yang berkaitan langsung denganbentuk, proses dan hasil kegiatan-kegiatan kunci yang diupayakan.
Berhubungan dengan Tatakelola Pengetahuan, disadari bahwa selain berbagai persoalan social dan lingkungan yang melanda warga dan kepuluan Sukma.  –baik oleh berbagai sebab sebelumnya, maupun kekinian termasuk perubahan iklim–   berbagai inisasi telah dilakukan di sini. Walaupun sebagian belum tertuntaskan, berbagai inisiatif tersebut dapat dijadikan pijakan atau acuan bagi langkah-langkah berikutnya.
Karena itu, dalam konteks merespon perubahan iklim,  tidak semua program atau kegiatan dimulai dengan yang baru, melainkan melanjutkan, menyempurnakan atau menggandakan (replikasi) dan memperluas (scale up) apa yang sudah dilakukan  oleh para pihak. terutama oleh jejaring yang telah bekerjasama dengan Samdhana dan atau yang ikutserta membangun kesepahaman dan platform bersama dalam Konferensi dan proses kelanjutannya.(SF)

362 days ago by in Profil Sukma. You can follow any responses to this entry through the | RSS feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
About

Belajar bersama dengan Komunitas SUKMA membangun Tatakelola Pengetahuan Sunda Kecil Maluku. Mengelola Website Rumah Alir, SMS Gateway, Mailist. Mengusung Agenda Perubahan yang lebih baik untuk Pulau Pulau Kecil. Kontak : 081803642081 talasukma.ra@gmail.com : talasukma@googlegroups.com SMSGateway :087864424411

Leave A Response

Required